Saturday, November 3, 2012

go to Mesir siapa takut


Banyak jalan menuju Mesir :) setidaknya begitulah ucapan pribahasa orang-orang yang terus mencoba untuk dapat merasakan pendidikan di Mesir khususnya universitas Al-Azhar, banyak cerita banyak suka apalagi derita, PENASARAN ??? "nanti ya kita ceritakan dikit demi sedikit."
Aku bukanlah orang terlanjur pintar apalagi terlanjur kaya. selama pendidikanku di Indonesia, mungkin dapat dihitung dengan jumlah jempol berapa kali aku meraih prestasi juara kelas, rasanya tidak mungkin akan mencapai juara umum disekolah saat itu.
entah malaikat mana yang merasuki otak ini hingga terdetik dalam pikiran untuk melanjutkan studi di Mesir yaitu di Azhar yang memang sejak dulu sudah tersohor namanya di Indonesia bahkan mungkin diseluruh dunia namun aku belum bisa seyakin itu sih karena saya sendiri belum pernah melihat dunia luar dan kurang informasi.
saat itu 2002 aku masih duduk dibangku kelas dua tsanawiyah di pinggiran kota Bandung tepatnya di kabupaten Cicalengka, sepulang mengaji tiba-tiba tidak sengaja aku mendengar percakapan seorang ustad dengan pemuda yang belum pernah terlihat di pesantren ini sebelumnya, begitu hangat percakapan itu sehingga mengusik rasa penasaranku untuk lebih jelas mendengarkan percakapan itu. sopan tidaknya aku ketika itu tak lagi kuhiraukan kawan karena mungkin besarnya keingintahuanku mengalahkan rasa malu yang selama ini aku pupuk.
walhasil setelah aku mengikuti percakapan itu selama beberapa menit aku ketahui bahwa pemuda itu seorang mahasiswa al-Azhar yang tengah berlibur.
sangat menarik memang cerita yang ku dengar meski samar-samar dan itu tidak semuanya aku mengerti, sekilas aku mendengar sebutan gargir "mungkin itu nama seekor binatang khas di Mesir ya," pikirku saat itu.
sekilas aku mendengarkan ustadku mengatakan hagar jahanam yang aku kira saat itu adalah nama sebuah kitab kuning yang menerangkan tentang neraka jahanam.
semenjak itulah aku berjanji pada diri ini untuk dapat melanjutkan studiku nanti di Mesir, meski akupun belum merasa yakin akan diriku saat itu "toh semuanya akan berjalan begitu saja seperti gargir," ucapku dalam hati.
Betul saja kawan ternyata waktu berlalu begitu cepat bak gargir yang tengah berlari kencang tak terasa tsanawiyah telah berhasil aku taklukkan dan impian akan kemesirpun sudah mulai terkubur bersama impian-impian lainnya.
hingga pertengahan 2005 aku aktif membaca potongan cerita di Republika yang berjudul Ayat-ayat Cinta, saat itu ayat-ayat cinta hanya penggalan cerita yang dilihat sekilas oleh orang-orang tertutupi dengan berita-berita kriminal yang mendominasi pemberitaan di Indonesia bahkan aku tidak pernah menyangka kalau-kalau cerita yang selama ini aku baca akan menjadi salah satu novel Best seller karya anak bangsa dan menjadi  cita rasa baru dalam dunia satra tanah air.
dalam ceritanya begitu lembut alur yang dibentuk sang penulis dan nyata tergambar dalam pikiran ini bagaimana indahnya kehidupan di Mesir, dan ini menjadi bahan bakar baru bagi impianku yang sempat mati suri beberapa tahun. akhirnya aku memutuskan untuk meneruskan SMAku ke sekolahan yang juga mendidik berbahasa Arab demi menggapai impianku.
semuanya tidak berjalan semudah membalikan telapak tangan sobat, aku benar-benar harus mengeja dari awal, mulai mengenal dan berteman akrab dengan bahasa yang begitu asing ditelinga meski basicku sebelumnya juga pesantren namun aku lebih banyak mengenal bahasa sandi karena aku lebih cinta pramuka ketimbang kitab kuning, menyedihkan memang sobat, namun itulah kenyataannya. to be continue

SHARE THIS

Author:

KEMASS merupakan sebuah organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan yang berada di Mesir. Didirikan pada tahun 1959 dengan nama IPSS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976.

0 comments: