Sunday, January 20, 2013

Profil Organisasi KEMASS Mesir

Profil organisasi kemass ini mencakup; deskripsi organisasi, visi dan misi, orientasi organisasi, sumber dana, makna lambang, realita rumah kemass dan sejarah perjalanan kemass (dari 1959-2013)

A.Organisasi KEMASS
Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMASS) Republik Arab Mesir adalah organisasi kekeluargaan dan kemahasiswaan yang menghimpun berbagai pelajar, mahasiswa/i dan seluruh masyarakat Sumatera Bagian Selatan yang berdomisili di Mesir. Didirikan sejak tahun 1959 dengan nama IPPS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976. hingga saat ini usia KEMASS telah mencapai setengah abad lebih, dengan sejarah yang sangat panjang.

B.Visi-Misi KEMASS
Visi dan misi organisasi KEMASS diterjemahkan dari anggaran dasar kemass bab III pasal 7 dan pasal 8, yang berkaitan tentang fungsi dan tujuan organisasi KEMASS, sebagai berikut: 
Dalam bab III, pasal 7, disebutkan: 
KEMASS berfungsi sebagai :
1.wadah perkumpulan dan pembinaan serta silaturahmi anggota.
2.wadah penyalurah kreativitas dan potensi serta pembinaannya.
3.wadah pembentukan kader bertakwa pada allah, memiliki integritas kepribadian, keluasan pengetahuan dan wawasan, serta kepedulian sosial terhadap masyarakat.

Dan pada pasal 8, disebutkan: 
KEMASS Bertujuan :
1.Terbinanya ukhuwah islamiyah di kalangan anggota dan masyarakat yang berdomisili di Mesir.
2.Terbentuknya insan Muslim yang unggul dan bertanggung Jawab.
3.Terbinanya kerja sama antar anggota dalam mempersiapkan diri Untuk Mengabdi kepada masyarakat.
4.Terjalinnya kerja sama yang baik antar KEMASS, pemerintah daerah dan instansi-instansi yang ada di Indonesia.

Hal-hal yang tertera di dalam Anggaran Dasar organisasi KEMASS ini kemudian diejawantahkan oleh tiap periode kepengurusan KEMASS dalam visi dan misi yang mereka usung pada masa jabatannya. 
Sebagai contoh dalam kepengurusan KEMASS periode Hanofis Kalitrah-Aidil Fithri Albar, visi yang diusung adalah: menjadikan KEMASS yang harmonis, aktif dan bernilai positif dan edukatif. Sedangkan misi yang dibawa adalah: mempererat jalinan silaturrahmi warga kemass, memfasilitasi potensi bakat dan minat setiap anggota dalam bidang olahraga, seni dan budaya, mengoptimalkan kajian ilmiah regular, membangun system bimbingan belajar yang terorganisir, melahirkan re-generasi yang berkualifikasi pemimpin dan dai, mengoptimalkan fasilitas rumah Limas sebagai penunjang terwujudnya visi kepengurusan KEMASS masa bakti 2012-2013.

C.Orientasi KEMASS
KEMASS menjadi lembaga otonom (LO) Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, yang berasaskan Islam dan bersifat kekeluargaan, keagamaan, intelektual dan sosial yang memiliki fungsi dan tujuan yang jelas.
KEMASS merupakan organisasi yang tidak berafiliasi kepada suatu partai politik atau kelompok tertentu di tanah air ataupun yang berbasis di luar negri, namun organisasi kekeluargaan yang berfungsi sebagai wadah perkumpulan dan pembinaan serta silaturahim antar anggota. Dan juga berfungsi sebagai wadah penyaluran kreatifitas dan potensi serta pembinaannya disinilah pembentukkan kader masyarakat yang bertakwa pada ALLAH Swt., memiliki integritas kepribadian, keluasan pengetahuan dan wawasan serta memiliki kepedulian social tinggi terhadap masyarakat.
Fungsi-fungsi yang telah dirancang sedemikian rupa, bertujuan untuk membina ukhuwah islamiyah di kalangan anggota dan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Mesir agar dapat terbentuk insan yang unggul dan bertanggungjawab. KEMASS juga bertujuan untuk membina kerjasama antar anggota dalam mempersiapkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat luas nantinya dan juga menjalin kerjasama yang baik kepada pemerintah daerah dan instansi-instansi yang ada di Indonesia.

D.Sumber Dana KEMASS
Kekayaan KEMASS atau sumber dana untuk kegiatan yang KEMASS adakan adalah bersal dari iuran wajib anggota setiap bulannya, beberapa dana kegiatan juga didapat dari hasil sumbangan yang bersifat wakaf, hadiah dan bantuan lainnya yang tidak mengikat serta halal, juga pendanaan KEMASS didapat dari uang wajib TEMUS (Tenaga Musiman) dan dari usaha-usaha lainnya yang bersifat halal.

E.Lambang KEMASS
Lambang dalam sebuah organisasi mendapati porsi yang lebih karena dari lambang pulalah kita dapat menjiwai akan visi dan misi dari sebuah organisasi tersebut, begitu juga dengan KEMASS juga memiliki lambang dengan symbol-simbol yang dapat mewakili jati diri serta visi dan misi KEMASS.
Dalam perjalanannya KEMASS mengalami dua kali pergantian lambangnya itu pada awal masa pembentukan dan pada tahun 2011

Lambang 1976-2011
Lambang 2011-sekarang

















Lambang yang saat ini digunakan mengacu kepada logo Universitas Al-Azhar yang merupakan latar belakang terbentuknya KEMASS, warna yang mendominasi lambang yang saat ini digunakan yaitu warna hijau dan kuning keemasan yang menjadi symbol warna kesuburan dan kesejahteraan.

Pada ujung atas lambang terdapat matahari yang didalamnya terdapat bulan sabit. Hal ini mengartikan sebuah pengharapan agar seluruh warga KEMASS menjadi sumber kehidupan dan kehangatan dimanapun mereka berada. Bulan sabit mengartikan akan perputaran waktu di dalam kalender Islam yang dapat diartikan bahwa seluruh warga KEMASS sangat menghargai waktu. Cahaya pada matahari sebanyak 25 sorot sinar yang menandakan bahwa KEMASS berdiri pada tanggal 25 Januari.

Siluet menara Al Azhar merupakan kebanggaan terbesar warga KEMASS di Mesir, sebagai simbol ilmu, perjuangan, ukhuwah dan dakwah Islam.

Dalam Lambang juga terdapat atap rumah limas yang melambangkan budaya Sumatera Selatan yang tinggi dan KEMASS berada dibawah naungannya. Sedangkan genteng yang berwarna merah putih adalah jati diri kebangsaan warga KEMASS yaitu Indonesia. Jumlah genteng yang ada pada lambang sebanyak 76 yang mengingatkan kepada terbentuknya KEMASS pada tahun 1976.

Corak songket di belakang tulisan KEMASS adalah simbol keindahan warisan yang diamanahkan nenek moyang masyarakat Sumatra Selatan yang melambangkan keindahan budaya dan adat serta tatakrama sopan santun yang harus dijaga seluruh warga KEMASS dimanapun mereka berada.

F.Sejarah Perjalanan KEMASS (dari 1959-2013)
KEMASS berawal dari sebuah perkumpulan sekelompok pelajar Indonesia asal Sumatra bagian selatan yang meliputi provinsi Sumatera Selatan (saat itu Bangka-Belitung masih satu wilayah dengan Sumatera Selatan), Jambi, Bengkulu dan Lampung yang memiliki visi dan misi yang sejalan yaitu pembentukan insan muslim yang berkualitas, berilmu,beramal, berkepribadian dan berkomitmen terhadap agama, bangsa dan Negara serta mau berjuang demi kemajuan masyarakat dimanapun mereka berada. Kemudian lahirlah dengan nama IPSS (IkatanPelajar Sumatra Selatan) yang dipimpin saat itu oleh Mukmin Mursyid (1959-1966).

Di masa kepemimpinan Mukmin Mursyidlah rancangan visi dan misi IPSS diperjelas dan dibakukan. Meskipun pada saat itu IPSS masih berbentuk organisasi kecil, namun pergerakan serta program kerjanya sudah dapat dirasakan secara nyata. Mukmin Mursyid memimpin IPSS selama tujuh tahun dan digantikan oleh Ishak Busthomi (1966-1970).

Pada masa Ishak Busthomi memimpin, mulailah diatur masa jabatan seorang pemimpin IPSS. Pada saat itu ditetapkan selama empat tahun, setelah berakhir masa jabatannya Ishak Busthomi digantikan oleh Achjaruddin Hasjim (1970-1974) yang juga menjabat selama empat tahun. Setelah akhir masa jabatannya ternyata Achjaruddin Hasjim (1974-1976) kembali terpilih untuk menjabat menjadi ketua IPSS.

Pada masa Achjaruddin Hasjim kali keduanya terjadi sedikit perubahan dalam masa jabatan ketua IPSS menjadi dua tahun dan digantikan oleh A. Ismakun Ilyas (1976-1978) yang juga menjabat selama dua tahun.
Pada masa A. Ismakun Ilyas terjadi pembaharuan di IPSS dan terjadi banyak perubahan disana-sini. Di antara perubahan yang signifikan yaitu perubahan nama IPSS menjadi KEMASS (Keluarga Masyarakat Sumatra Bagian Selatan). Perubahan ini merupakan hasil sidang istimewa IPSS pada tanggal 25 Januari 1976 dan menjadi hari jadi KEMASS yang diperingati pada setiap tahunnya.

Masa kepemimpinan A. Ismakun Ilyas adalah masa transisi IPSS menuju KEMASS yang dijalankan dengan sebaik mungkin dan penuh kehati-hatian agar transformasi nilai-nilai yang pernah ditanamkan oleh pendahulu-pendahulu IPSS tidak ada yang berkurang dan benar-benar dapat dihayati oleh penerus mendatang. Selepas masa kepemimpinan A. Ismakun Ilyas, transisi ini dilanjutkan oleh A. Syafruddin Zamas (1978-1980) dan dilanjutkan oleh R. Amir Syarifuddin selama dua periode (1980-1982) dan (1982-1984). Pada masa inilah untuk pertama kalinya KEMASS memiliki sekretariat yang resmi yaitu bertempat di el-thayaran St. Rabea Adawea Nasr City dan bertahan hingga periode (2010-2011).

Sekretariat ini pada awalnya merupakan rumah yang disewa oleh R. Amir Syarifuddin dan beberapa kawan yang juga berasal dari Sumatra Selatan, karena letaknya yang strategis dan tergolong besar dari sinilah inisiatif pembuatan sekretariat meski masih bersetatus sewa.
Setelah habis dua periode masa jabatannya, R. Amir Syarifuddin digantikan oleh Ahmad Bukhori Muslim (1984-1986), dan pada masa ini pelajar dan mahasiswa asal Jambi memisahkandiri dari KEMASS dan membentuk sebuah organisasi kekeluargaan serupa bernama KMJ (Keluarga Mahasiswa Jambi 1986) mengingat kian bertambahnya mahasiswa dan pelajar asal Jambi pada saat itu. Sehabis masa kepemimpinan Ahmad Bukhori Muslim KEMASS dipimpin oleh Suhaeli Ibrahim (1986-1988), Adnoes Rianto Kesuma (1988-1990). Di awal 90-an KEMASS mulai secara luas memerankan fungsi dan tujuannya. Hal ini terlihat dari keaktifan KEMASS di dunia MASISIR. KEMASS menjadi semakin terbuka dan membuka diri kepada siapapun itu di luar anggota KEMASS.

Banyak pelatihan yang diadakan KEMASS yang melibatkan masisir secara umum dan juga mengikuti event-event yang diadakan oleh organisasi induk PPMI seperti pelatihan membaca Koran berbahasa Arab.
Setelah Adnoes Rianto Kesuma menjabat selama satu periode digantikan oleh Ahmad Fathoni selama dua periode masa jabatan yaitu pada (1990-1992) dan (1992-1994) dan setelah itu digantikan oleh A. Sudirman namun hanya satu tahun saja sejak tahun 1994-1995 selanjutnya digantikan Acung Wahyudi (1995-1997) untuk memimpin KEMASS selama satu periode.
Diakhir masa jabatan Acung Wahyudi diadakannya sidang permusyawaratan anggota dengan pembahasan perubahan lama masa jabatan untuk ketua-ketua KEMASS menjadi satu tahun saja di setiap periode, dimulai pada masa Ahmad Sholeh Sakni (1997-1998) hingga saat ini periode (2012-2013) yang dipimpin oleh Hanofis Kalitrah.


SHARE THIS

Author:

KEMASS merupakan sebuah organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan yang berada di Mesir. Didirikan pada tahun 1959 dengan nama IPSS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976.

0 comments: