Wednesday, January 23, 2013

Struktur Organisasi KEMASS Mesir

Struktur Organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMASS)
Secara struktural, kepengurusan KEMASS dari tahun ke tahun tidak banyak mengalami perubahan signifikan. Namun demikian, departemen-departemen yang ada sedikit banyak mengalami penambahan dan pengurangan dari periode ke periode lainnya. Hal ini mengingat, departemen-departemen yang bernaung di bawah tiap Dewan Pengurus disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi di setiap periode. 

Secara umum struktur organisasi kemass terdiri dari:
1. Dewan Penasehat, 
2. Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA),
3. Dewan Pengurus Harian (DPH),
4. Departemen-departemen.

Dewan penasehat
Dewan Penasehat merupakan organisasi yang telah ada semenjak awal kelahiran organisasi KEMASS. Dewan penasehat terdiri dari kalangan senior yang memiliki kepedulian terhadap KEMASS, yang diusulkan oleh Dewan Pengurus kemudian disetujui oleh dewan permusyawaratan anggota (MPA). dalam lingkup keorganisasian kemass, Dewan Penasehat berhak memberikan saran dan pertimbangan kepada Dewan pengurus. 

Dewan Penasehat terdiri dari berbagai latar belakang dan pekerjaan. Mereka bisa terdiri dari para senior yang berdomisili di Mesir. Mulai dari Staf KBRI Kairo, warga Sum-Sel yang bertugas di Mesir, dan senior yang sedang menyelesaikan jenjang studi lanjutan di berbagai universitas di Mesir

Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA)
Dewan Permusyawaratan Anggota sudah terbentuk sejak lama, namun dengan nama dan format yang berbeda. Sebelumnya badan ini bernama Dewan Konsultatif. Kemudian pada periode 2007-2008 dengan berbagai pertimbangan badan ini berubah nama menjadi dewan permusyawaatan anggota (MPA)

Seiring dengan Dewan Pengurus yang berubah hampir secara total setiap tahunnya, Dewan Permusyawaratan Anggota (MPA) melakukan pergantian pimpinan setiap tahunnya. Dengan harapan, setiap tahun kepengurusan KEMASS mengalami penyegaran di setiap lini.

Dewan Permusyawaratan Anggota (MPA) adalah badan tinggi organisasi setingkat di atas Dewan Pengurus Harian.(DPH) yang beranggotakan enam orang. Enam orang anggota MPA terdiri dari satu orang ketua, satu orang sekeretaris dan empat orang anggota. sedangkan untuk menjadi anggota MPA dibebankan beberapa syarat diantaranya, adalah anggota KEMAS yang aktif di KEMASS kemudian jika terpilih siap untuk mencurahkan banyak perhatiannya kepada KEMASS, dan paling sedikit sudah berdomisili di Mesir selama tiga tahun. Mekanisme pemilihan anggota MPA diatur dalam ketetapan tersendiri. 

Tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA), antara lain adalah evaluasi pelaksanaan program kerja dan verifikasi keuangan Dewan Pengurus Harian. Kemudian MPA memiliki wewenang untuk mengadakan Sidang Permusyawaratan Anggota (SPA) di akhir masa bakti. jika Dewan Pengurus Harian dianggap tidak menjalankan amanatnya serta tidak berpegang teguh kepada AD/ART kemass, MPA berhak mengadakan SPA darurat.

MPA berhak untuk mengetahui rancangan program kerja, anggaran keuangan serta pembuatan kesepakatan dengan organisasi atau instansi lain. Secara rutin MPA meminta laporan Dewan Pengurus Harian. Aktif mengontrol, memberi peringatan serta saran kepada Dewan Pengurus Harian. Dan menetapkan kriteria Dewan Pengurus Harian.

Pengurus harian
Dewan Pengurus Harian (DPH) KEMASS minimal terdiri dari ketua terpilih yang disahkan oleh MPA melalui sidang permusyawaratan anggota (SPA), sekretaris, dan bendahara. 
Ketua Dewan Pengurus Harian yang terpilih secara demokratis melalui Sidang Permusyawaratan Anggota, menjabat dalam jangka waktu satu tahun. Kemudian bersama tim formatur melengkapi susunan kepengurusan. Ketua terpilih boleh dipilih kembali pada periode berikutnya.

Syarat umum untuk mencalonkan diri sebagai ketua dan wakil ketua kemass sebagai berikut:
1.Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.Amanah dan berakhlak mulia serta bijaksana
3.Tidak menjabat sebagai ketua/Top Leader di Organisasi lain
4.Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap KEMASS
5.Memiliki tim sukses dan siap berkampanye secara jujur dan adil serta transparan
6.Mampu mengayomi dan menyalurkan seluruh aspirasi anggota
7.Bekerja dengan baik dan profesional demi berkembangnya organisasi.

Adapun Syarat khusus untuk mencalonkan diri sebagai ketua dan wakil ketua kemass sebagai berikut:
1.Terdaftar sebagai anggota biasa KEMASS dan berdomisili di Mesir minimal tiga tahun
2.Mendaftarkan diri sebagai calon ketua beserta calon wakil ketua secara langsung kepada panitia SPA & LPJ KEMASS
3.Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia
4.Mentaati segala macam bentuk aturan main yang telah ditetapkan panitia
5.Menyerahkan Visi, Misi dan Program Unggulan serta riwayat hidup secara tertulis
6.Bersedia menetap di sekretariat KEMASS selama masa jabatan berlaku.
7.Menyatakan kesiapan dan kesanggupan sebagai ketua KEMASS secara tertulis kepada panitia.

Mekanisme pemilihan ketua di KEMASS pernah beberapa kali mengalami perubahan. Jika pada awal mulanya, pemilihan ketua KEMASS dilakukan dalam sebuah forum musyawarah yang dihadiri oleh seluruh anggota KEMASS. semenjak periode 2006-2007 mekanisme pemilihan ketua menggalami perubahan dengan menggunakan model pencalonan dalam sebuah sistem Pemilu yang demokratis adil dan luber. Pada masa ini, terdapat tiga anggota KEMASS yang mencalonkan diri. Yaitu, Irwansyah Putra, M. Syatibi Darwis dan Deni Adimarsyah. Yang terpilih sebagai ketua pertama dengan sistem pencalonan ini adalah Irawansyah Putra.

Sistem pencalonan kembali mengalami perubahan. Setiap calon ketua diwajibkan untuk mengikutsertakan wakil yang akan membantunya selama masa kepengurusan. Kemudian pada periode 2010-2011 Mediansyah Imron terpilih menjadi ketua dengan mekanisme pemilihan yang baru, yaitu dengan model calon berpasangan. Model calon berpasangan semacam ini bertahan hingga periode 2012-2013 ini. 

Masa jabatan Dewan Pengurus Harian KEMASS juga tidak luput dari perubahan dari masa ke masa. Hal ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pada periode tersebut. Sejak berdirinya organisasi KEMASS pada tahun 1959 silam, berjalan dengan nama Ikatan Pelajar Sumatera Selatan (IPSS), masa jabatan ketua terpilih selama 5 tahun. Mukmin Mursyid sebagai ketua terpilih dengan masa jabatan 5 tahun (1959-1966).  Masa jabatan selama 5 tahun ini hanya bertahan 1 periode. Ketika Ishak Bustomi menjabat pada periode selanjutnya, masa jabatan berubah menjadi 4 tahun, dan pada periode berikutnya juga selama 4 tahun. 

Achjaruddin Hasjim menjabat sebagai ketua pada periode 1974-1976, masa jabatan ketua kembali berubah menjadi 2 tahun. Dua tahun masa jabatan ini juga bertahan ketika IPSS berganti nama menjadi KEMASS pada tahun 1976 dan bertahan selama 11 periode, dari tahun 1976 sampai 1997.

Pada periode 1997-1998 ketika Ahmad Soleh Sakni menjabat sebagai ketua, masa jabatan ketua berubah  menjadi 1 tahun. Masa jabatan satu tahun ini bertahan hingga periode 2012-2013 saat ini. Model struktur yang disusun oleh ketuapun beragam sesuai dengan situasi, kondisi serta kebutuhan pada periode tertentu.

Masa jabatan yang relatif lama pada masa awal organisasi KEMASS disebabkan, salah satunya, karena ketua dipilih secara musyawarah sepakat. Selain itu, semangat berorganisasi pada masa awal masih belum ramai seperti sekarang. Sehingga bursa pencalonan ketua KEMASS belum kompetitif.

Periode 2011-2012 yang dipimpin oleh Rian Perodeka menggunakan struktur yang terdiri dari; ketua dan wakil ketua, sekretaris umum dan sekretaris satu, bendahara umum dan bendahara satu. Dewan Pengurus Harian pada periode ini memiliki biro ekonomi yang bernaung di bawah bendahara. Model struktur semacam ini sedikit mengalami perubahan pada periode berikutnya di bawah kepemimpinan Hanofis Kalitra. Struktur model ini tidak banyak berubah sejak periode 2009-2010. Hanya saja pada periode 2010 berbeda sedikit dengan menggunakan model sekretaris satu dan dua, bendahara satu dan dua. 

Berikut data para ketua KEMASS dari masa ke masa:
1. IPPS (1959-1966) Ketua: Mukmin Mursyid
2. IPPS (1966-1970) Ketua: Ishak Busthomi
3. IPPS (1970-1974) Ketua: Achjaruddin Hasjim 
4. IPPS (1974-1976) Ketua: Achjaruddin Hasjim
5. KEMASS (1976-1978) Ketua: A. Ismakun Ilyas
6. KEMASS (1978-1980) Ketua: A. Syafruddin Zamas
7. KEMASS (1980-1982) Ketua: R. Amir Syarifuddin
8. KEMASS (1982-1984) Ketua: .R Amir Syarifuddin
9. KEMASS (1984-1986) Ketua: Ahmad Bukhori Muslim
10. KEMASS (1986-1988) Ketua: Suhaeli Ibrahim
11. KEMASS (1988-1990) Ketua: Adnoes Rianto Kesuma
12. KEMASS (1990-1992) Ketua: Ahmad Fathoni
13. KEMASS (1992-1994) Ketua: Ahmad Fathoni
14. KEMASS (1994-1995) Ketua: A. Sudirman
15. KEMASS (1995-1997) Ketua: Acung Wahyudi
16. KEMASS (1997-1998) Ketua: Ahmad Sholeh Sakni
17. KEMASS (1998-1999) Ketua: M. Torik Sarkin
18. KEMASS (1999-2000) Ketua: M. Rommy Oktarius
19. KEMASS (2000-2001) Ketua: Edi Jaelani
20. KEMASS (2001-2002) Ketua: Masrur M. Zein
21. KEMASS (2002-2003) Ketua: Mukhlis Rais
22. KEMASS (2003-2004) Ketua: Iwan Pranata
23. KEMASS (2004-2005) Ketua: Abdi Femi K/Abu Dzar
24. KEMASS (2005-2006) Ketua: Sudarmono A. Lathief
25. KEMASS (2006-2007) Ketua: Irawansyah Putra
26. KEMASS (2007-2008) Ketua: Windo Putra Wijaya
27. KEMASS (2008-2009) Ketua: Artiyanto Arsuni
28. KEMASS (2009-2010) Ketua: Awaludin Abu Kusim
29. KEMASS (2010-2011) Ketua: Meidiansyah Imron
30. KEMASS (2011-2012) Ketua: Rian Perodeka
31. KEMASS (2012-2013) Ketua: Hanofis Kalitrah
32. KEMASS (2013-2014) Ketua: Aidil Fithri Albar
33. KEMASS (2014-2015) Ketua: Wahyudi Sardin

Sekretaris bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan kesekretariatan. Sedangkan Bendahara bertanggung jawab terhadap sirkulasi keuangan KEMASS.

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN
Departemen-departemen berikut ini merupakan departemen-departemen yang sangat urgen keberadaannya dan selalu ada dalam tiap kepengurusan.

Suasana LPJ KEMASS Mesir

Pimpinan Sidang


SHARE THIS

Author:

KEMASS merupakan sebuah organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan yang berada di Mesir. Didirikan pada tahun 1959 dengan nama IPSS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976.

0 comments: