Sunday, March 31, 2013

Catatan Ujian Diri

Saat ufuk barat tak lagi terlihat
Jam berjalan seakan terlampau cepat
Tak terasa satu tahun penuh keringat telah lewat
Atau satu tahun hanya dalam buaian sanjung nan sesat
Adakah perubahan dalam setiap sikap dan taat?

Cobalah kita intropeksi diri dengan taubat
Berapa maksiat telah kita perbuat?
Sebagaimana orang tua kita sanjung dengan hujat
Atau mereka yang menyinggungmu sesaat
Kau balas dengan luapan emosi dan laknat

Dimanakah kita saat saudara yang lain melarat?
Mengais nikmat Tuhannya dengan berpeluh keringat
Sedangkan kita duhai sahabat
Bersantai menghamburkan santunan orang tua dalam nikmat
Tanpa bekerja pun akan datang kepada kita dengan berlipat

Atau...
Saat kita memiliki pekerjaan yang pantas dan terhormat
Dengan gaji dua kali lipat digit empat
Bahkan lebih dari tiga kali lipat
Tak lagi melirik mereka yang bernafas dalam pekat
Sungguh ada harta mereka dalam aliran rezeki yang kita dapat
 
Sudahkah shadaqah membimbing kita pada jalan tak sesat?

Untukmu pemuda sebayaku
Sudahkah terselip nama ibu dalam tiap doamu?
Atau selalu nama kekasih yang kau puja dalam candu
Adakah yang lebih mulia dari pemilik surga pada telapak kaki itu?

Ingat usiamu tak lagi selabil dahulu
Kala panggilan syahwat selalu datang merayu
Saat hati tak kuat dengan jeritan nafsu
Ada wanita yang disimpan oleh Penciptamu
Biarkan ia menjadi indah dalam aliran waktu
Dia akan bersiap kapan pun datang lamaran itu
Selagi kau siap, kenapa tidak datang dahulu
Atau menunggu saudaramu untuk maju?



Duhai saudariku yang mulia
Kau dijaga Sang Pencipta melebihi kaum pria
Lihat bagaimana diwahyukan oleh Allah Jallawa 'ala
Melalui lisan NabiNya yang terjaga dari dusta
Hijab melindungimu dari lirikan nakal yang menggoda
Ia jauh lebih luas maknanya dari sekedar penutup mahkota
Janganlah kau jadi sekuntum bunga
Sangat indah bentuk luarnya
Tapi dapat dinikmati setiap mata
Lihatlah kepada mutiara
Ia tersembunyi dan terjaga dari mara bahaya
Hanya yang teristimewa saja yang dapat memilikinya
Biarkan ia indah pada waktunya

Apabila saat itu telah tiba
Pilihlah lelaki dari tampannya
juga dari harta yang ia punya
Lebih baik lagi kau juga melihat nasab keluarga
Karna itulah yang diajarkan Rasul tercinta
Tapi di atas itu semua
Sungguh kemuliaan agama lebih baik dan utama
Ia akan membimbingmu dan keturunanmu pada jalanNya
Menjagamu melebihi kecemasannya pada diri dan hartanya
Karena baginya, dirimu paling dicinta

Allahumma...
Wahai pencipta alam semesta
Lihatlah kami yang gundah gulana
Bersihkan diri ini dari lumpur dosa
Kuatkan pijakan kaki dalam hal agama
 
Jauhkan kami dari condong dunia
Berkahi ilmu kami agar berguna
limpahkan rezeki yang tertunda
Jagalah kedua orang tua dari mara bahaya
Karena Engkaulah sebaik-baik penjaga
Luruskan hati kami untuk mengharap syurga
Hindarkan diri ini dari jilatan api neraka
Sandingkanlah kami dengan mereka
Mereka yang berjuang di jalanMu tanpa mengharap jasa

Aab


SHARE THIS

Author:

KEMASS merupakan sebuah organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan yang berada di Mesir. Didirikan pada tahun 1959 dengan nama IPSS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976.

0 comments: