Monday, April 1, 2013

Masisir Back to Campus

Mesir dengan segala aktifitasnya, selalu saja membuat seluruh penghuninya tidak pernah menyadari bahwasanya hari-hari begitu cepat meninggalkannya dan tidak akan pernah kembali. Apalagi kehidupan Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir) yang notabenenya mahasiswa atau manusia akademisi yang begitu padat dengan kegiatan baik kegiatan keilmuan, organisasi, maupun kegiatan ke-hobian yang begitu menyita waktu, pikiran, perhatian serta tenaga. Menjadikan si pelaku tidak pernah lagi menyadari saat ini hari apa ? tanggal berapa ? yang terlintas dalam pikirannya hanyalah bagaimana tugas-tugas saya ? apa yang belum saya kerjakan ? ada janji apa saya hari ini ? dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang membuat seseorang tersebut semakin lupa akan waktu. 

Ini semua sangat baik jikalau memang porsi ini digunakan sebaik mungkin, namun yang kita takuti adalah porsi ini tidak berada pada tempatnya semacam seorang mahasiswa yang di sibukkan dengan kegiatan hobinya yang menyita dan mengorbankan kegiatan akademisi yang menjadi tujuan utamanya, bahkan dapat membuat dirinya terjangkit penyakit amesia akan kampus yang di impi-impikannya sejak berada di tanah air.

Universitasnya berpindah lokasi yang tadinya adalah Unversitas al-Azhar berubah menjadi universitas di mana hobinya dan bakatnya tersalurkan dengan lancar. Memang di satu sisi ini semua tidaklah salah karena semuanya akan berguna di kehidupan masa depannya, bahkan orang bijak berkata "pekerjaan yang paling ringan adalah pekerjaan yang kita senangi atau hobi" apalagi jikalau mereka yang menyibukkan diri di berbagai tempat dan dapat membagi waktunya sedemikian rupa agar tidak ada satu sisi kehidupannya yang terdzolimi.

Universitas al-Azhar yang menjadi kiblat ilmu-ilmu islam sejak dinasti Fatimiyah hingga saat ini menerapkan sistem yang tidak terlalu memaksakan pelajarnya atau mereka yang ingin menimba ilmu untuk bisa selalu hadir di ruang kelas, ini semua dikarenakan begitu banyaknya mahasiswa atau pelajar yang ingin menimba ilmu di universitas ini dan pada akhirnya gedung-gedung kampus tidak mampu untuk menampung semuanya dalam satu waktu. berbeda dengan di tanah air yang menjadikan 75% kehadiran menjadi syarat utama untuk dapat mengiluti ujian. baik itu UTS ataupun UAS. 

Ruang yang sempit dan kurang nyaman menjadikan sebagian Masisir untuk lebih memilih mencari ilmu pengetahuannya di luar ruang kelas kampus ketimbang di kampus ditambah lagi penjelasan dosen yang menggunakan bahasa Amiyah (bahasa Mesir) yang bagi sebagian Masisir masih terbebani dalam pemahamannya menjadikan alasan untuk tidak hadir dalam Muhadoroh di kampus.
Hari ini sudah memasuki bulan April di tahun 2013, mungkin sebagian Masisir masih menikmati liburan tambahannya di termin satu dan belum menginjakkan kakinya di kampus sedangkan ujian untuk termin kedua  yang biasanya di adakan pada pertengahan bulan Mei mendatang. Dengan diktat-diktat kuliah yang begitu tebal dan menggunakan bahasa asing (bukan bahasa Indonesia) sangat di ragukan jikalau persiapan untuk menghadapi ujian di termin kedua ini hanya dalam waktu dua hingga tiga minggu sebelum ujian kecuali mereka yang benar-benar menguasai bahasa Arab.

Tidak ada kata terlambat, tidak ada kata penyesalan bagi kita yang mungkin selama beberapa bulan kebelakang terlena dengan kompetisi-kompetisi yang di adakan dibeberapa kekeluargaan atau mungkin kita terlena dengan dunia maya yang saat ini menajdi trand di Masisir atau kita yang selama ini sibuk menggali sejarah dengan mengikuti rihlah ke berbagai tempat di penjuru kota kairo ini, untuk menggapai hasil ujian yang makasimal kita perlu memulainya saat ini bukan esok ataupun lusa karena kemampuan manusia itu terbatas untuk dapat menampung semua ma'lumat baru dalam waktu yang singgkat. tidaklah berlebihan jikalau selogan "Masisr Back To Campus" harus kita teriakkan sekarang juga agar tidak ada penyesalan di akhir.

Universitas al-azhar penuh misteri dalam kenajahan mahasiswanya, pintar di sekolah asal bukanlah jaminan untuk dapat menaklukkan ujian al-Azhar atau bermodalkan dekat dengan dosen seperti di Indonesia. namun untuk menaklukkan ujian al-Azhar di butuhkan Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal.
lets go liburan awal tahun sudah berakhir saatnya kita kembali memegang muqoror kesayangan kita dan kita buktikan pada dunia bahwasanya kuliah di al-Azhar dapat di tempuh hanya dalam 4 tahun dan bahwasanya bangsa selain Arabpun berhak untuk mendapatkan nilai yang gemilang seperti bangsa Arab lainnya. oleh: Guselmaiya


SHARE THIS

Author:

KEMASS merupakan sebuah organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan yang berada di Mesir. Didirikan pada tahun 1959 dengan nama IPSS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976.

0 comments: