Monday, December 2, 2013

Peluang Menjadi Mahasiswa Azhar

Sebagaimana kita ketahui bersama, arus revolusi Mesir yang diawali pada tanggal 25 Januari 2011 dengan aksi demonstrasi besar menuntut revolusi Negara dan turunnya Presiden Husni Mubarak dari kursi presiden Republik Mesir, hingga terakhir pada tanggal 14 Agustus 2013 lalu Presiden terpilih Dr. Muhammad Morsi digulingkan dari kursi kepresidenannya, turut mempengaruhi denyut nadi aktivitas mahasiswa Indonesia di Mesir karena jaminan keamanan, sebagai dampak hiruk pikuk politik dalam negeri Mesir yang tidak stabil.

Ketidakstabilan tersebut yang menjalar pada instabilitas politik pada saat itu, akhirnya memaksa pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Agama Republik Indonesia Direktorat Jendral Pendidikan Islam dalam surat keputusannya (Dj. I /Dt . I . IV/ 4 / PP. 04 / 1946 / 2013) membatalkan ujian seleksi ke Mesir untuk tahun ajaran 2013-2014.

Tiga bulan setelah revolusi kedua tersebut, keadaan Mesir telah membaik, proses belajar mengajar di Universitas Al-Azhar pun telah berjalan sebagaimana mestinya. Dan pemerintah Indonesia mendapatkan apresiasi dari pihak Al-Azhar dan seluruh lapisan rakyat Mesir karena tidak mengevakuasi warganya seperti yang dilakukan Negara tetangga lainnya. Hal ini tidak lepas dari kepercayaan Presiden RI. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Negara kepada pemerintahan Mesir dan Grand Syeh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad al-Thayyib yang telah memberi saran kepada Presiden RI. ketika itu, sebelum mengambil keputusan untuk mengevakuasi WNI di Mesir.

Pada tanggal 13 Oktober 2013, beberapa perwakilan dari PPMI Mesir mendapat kehormatan untuk bersilaturrahmi dengan Grand Syeh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad al-Thayyib di kediamannya di Luxor. Yang mana hal ini telah tercatat dalam sejarah sebagai kunjungan pertama kepada beliau dari mahasiswa asing yang belajar di Mesir ini.

Dan dalam kunjungan tersebut kami selaku yang mewadahi seluruh aspirasi mahasiswa yang ada di Mesir mengajukan permohonan kepada beliau berupa jaminan keamanan, terkhusus untuk mahasiswa-mahasiswa baru yang berniat melanjutkan studynya di Negara ini. Dan permohonan tersebut Alhamdulillah diamini oleh beliau.

PPMI Mesir sebagai duta bangsa Indonesia akan terus mengupayakan langkah-langkah strategis dalam rangka membangun hubungan yang lebih erat dan lebih baik lagi dengan Mesir melalui aksi gotong royong, pertukaran budaya antardua bangsa dan seminar-seminar yang dilakukan secara sinergis antara PPMI Mesir dengan pihak-pihak terkait yang berada di Mesir. Tentu, hal ini kami lakukan dalam rangka ikut serta dalam upaya diplomasi total elemen mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Mesir melalui basis kultural dan lembaga pendidikan di Mesir yang dapat kami jangkau. Serta untuk menjaga hubungan baik yang selama ini terjaga baik dengan seluruh elemen lembaga yang ada di Mesir.

Karena sebagaimana kita ketahui bersama, Al-Azhar sebagai Universitas kedua tertua di dunia ini telah memberikan banyak peranan penting baik untuk peradaban Islam sendiri maupun untuk Ibu Pertiwi. Yang telah mencetak ulama-ulama, pemikir besar, dan para cendekiawan terkenal di dunia. Al-Azhar dengan ideologi washathiyahnya selalu memberikan pembaharuan dalam peradaban Islam. Peranannya, tidak pudar dalam kemajuan peradaban umat. Ia selalu memberikan pembaharuan dan pemikiran yang segar pada umat. Dari awal berdirinya, hingga saat ini peranannya terus dinantikan.

Dari Grand Syeikh pertama, al-Syeikh Muhammad Abdullah al-Khurasyi, hingga Prof. Dr. Ahmad Muhammad al-Thayyib, Al-Azhar tetap eksis sebagai Universitas Islam yang memberikan kemajuan bagi peradaban umat Islam. Dan al-Azhar tetap menjadi kiblat bagi pendidikan Islam di dunia.

Maka melalui surat ini, kami selaku Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyampaikan kepada seluruh Calon Mahasiswa Baru Universitas AL-Azhar Mesir, di Indonesia bahwa:

1. Ujian masuk Mahasiswa Baru Universitas Al-Azhar tetap akan diadakan, yang bertempat di Markaz Al-Azhar untuk Belajar Bahasa Arab, Hay Sadis- Madinah Nasr- Mesir.

2. Ujian akan diadakan antara tanggal 10-14 Desember 2014. Diharapkan kepada seluruh Calon Mahasiswa Baru sudah tiba di Mesir 1 hari sebelumnya.

3. Materi ujian yang akan diujikan hanyalah materi yang berkenaan dengan bahasa dan pengetahuan agama seperti nahwu, sima’ah, imla’ dan insya’ dll.
NB: Materi Al-Qur’an tidak diujiakan.

4. Ujian diadakan di Mesir melihat karena semakin dekatnya ujian awal tahun di Universitas Al-Azhar dan tidak adanya dana dari kami selaku Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPMI) Mesir jika diadakan di Indonesia.

5. Diharapkan kepada seluruh Calon Mahasiwa Baru agar mengurus paspor dan visa secepat mungkin.

6. Pengurusan visa dapat diperoleh dari Kedutaan Besar Mesir yang bertempat di, Jn. Teuku Umar no. 68, Manteng- Jakarta Pusat. Atau dapat juga diperoleh dari pihak-pihak travel (visa ziarah atau turis).

7. Dana yang dibutuhkan untuk keberangkatan dan pengurusan Calon Mahasiswa Baru Al-Azhar berkisar 10 sampai 15 juta rupiah.

8. Diharapkan kepada seluruh Calon Mahasiswa agar mendaftarkan dirinya kepada kami Amrizal Batubara dan ust, Ahmad Hafifi.
Waktu akhir pendaftaran sampai dengan Rabu 04 Desember 2013.

Seluruh Calon Mahasiswa akan ditentukan oleh hasil nilai ujian masing-masing, dengan ketentuan langsung masuk kuliah atau mengikuti kursus bahasa terlebih dahulu. Setelah mengikuti kursus bahasa baru diperbolehkan masuk kuliah.

B. Untuk pengurusan visa di Kedutaan Besar Mesir baru bisa dilakukan setelah nama-nama yang akan ikut ujian terdata semua dan adanya pemberitaan dari kami.
Hal ini semuanya adalah hasil komunikasi kami dengan pihak Al-Azhar dan atas persetujuan pihak-pihak yang bersangkutan seperti Grand Syeikh Al-Azhar, Rektor Al-Azhar, Mudir Markaz Al-Azhar untuk Bahasa, Ikatan Alumni Al-Azhar Pusat di Mesir, Duta Besar Mesir dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia(PPMI) Mesir.

Demikian surat ini kami sampaikan, somoga menjadi informasi yang baik bagi kita semua terkhusus bagi Calon Mahasiswa Baru di Indonesia. Dan ini adalah sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT,. Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat yang telah Dia anugrahkan bagi kebaikan Negara dan bangsa Indonesia.

Informasi Penting Bagi Calon Mahasiswa Al-Azhar Mesir
Syarat-syarat Ujian Masuk Universitas Al-Azhar Mesir:
1. Menyerahkan photocopy paspor halaman depan 3 lembar.
2. Menyerahkan photo pribadi 4x6 sebanyak 2 lembar.
3. Mengisi dan menyerahkan data pribadi sebagaimana yang ada dibawah ini.
4. Membayar administrasi untuk ujian masuk Al-Azhar 50 LE.

Syarat-syarat Berkas yang Harus Dikumpulkan Setelah Ujian Masuk Al-Azhar Dilaksanakan:
1. Menyerahkan ijazah asli akhir jenjang pendidikan yang diselesaikan.
2. Menyerahkan akte asli kelahiran.
3. Menyerahkan kartu keluarga.
4. Menyerahkan surat keterangan dari pihak Kedutaan Indonesia di Mesir.
5. Menyerahkan photocopy paspor halaman depan 3 lembar.
6. Menyerakan photo pribadi 4x6 sebanyak 5 lembar.

NB:
= Semua pengurusan dalam hal penerjemahan dan berkas-berkas akan dikerjakan pihak relawan dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (DPP-PPMI) Mesir.
= Selain pihak relawan dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (DPP-PPMI) Mesir tidak diperkenankan. Hal ini sesuai dengan keputusan pihak Universitas dan PPMI Mesir.
= Semua Calon Mahasiswa Baru dianjurkan agar memilih broker-broker yang sudah dipercaya seperti IKPM broker, Al-Masry broker dan lain-lain.
= Hubungi dan konsultasikan kepada kami jika ada hal-hal yang belum jelas.
Amrizal Batubara (Presiden PPMI Mesir) 081382073411, 085719584224.
(Sumber: Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Mesir --PPMI)

SHARE THIS

Author:

KEMASS merupakan sebuah organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan yang berada di Mesir. Didirikan pada tahun 1959 dengan nama IPSS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976.

0 comments: