Wednesday, June 17, 2015

Rihlah Sa'idah KEMASS 2015 ke Pantai Gamasha dan Ras Elbar



Rabu, 17 Juni 2015-

Alhamdulillah akhirnya salah satu agenda besar KEMASS tahun ini telah dilaksanakan yaitu Rihlah.

Rihlah tahun ini --setelah melalui rapat pengurus-- telah disepakati akan diagendakan selama 3 hari dari tanggal 13 sampai 15 juni 2015 dengan tujuan Pantai Gamasha.

Pukul 09.30 hari sabtu tanggal 13, semua sudah bersiap-siap berkumpul di aula Rumah Limas.

Setelah menunggu beberapa jam akibat bis yang delay, kami pun berangkat.

Hari itu hari yang cerah. Tidak terlalu panas ataupun sebaliknya. Benar-benar hari yang cocok untuk rihlah.

Bis sampai di lokasi penginapan pantai pukul --kurang-lebih-- setengah lima. Lokasi penginapannya sangat strategis. Berada di lantai 1 dan pintunya langsung menghadap ke pantai yang jika duduk di terasnya wajah akan langsung diterpa angin sepoi-sepoi yang menyejukkan.

Tak perlu menunggu lama-lama, semuanya pun sudah bersiap menuju pantai. Tujuan pertamanya adalah main bola kaki di pasir pantai yang luas --untuk yang putra. Capek dari main bola, beberapa orang pun akhirnya membasahi diri di laut pantai yang sejuk.

Adapun peserta rihlah putri, mereka lebih memilih untuk berselfie ria dahulu di pinggir pantai.

Hari yang semakin mendung dan hembus angin yang mulai kencang dan dingin membuat kami memilih untuk menyelesaikan bermain di pantai dan kembali ke penginapan. Tapi beberapa orang memilih tetap di pantai menunggu sunset dan kemudian mulai mengambil foto siluet.





Selepas maghrib, semuanya mulai mencari agenda masing-masing. Ada yang keliling bersepeda --sepedanya pun bermacam-macam. Ada yang biasa, ada juga yang kursinya 2 dan 3 beroda 4. Ada juga diantara mereka yang main billiard yang tak jauh dari penginapan, dan ada juga yang hanya menikmati malam di teras penginapan sambil ditemani hembus sejuk angin dan secangkir kopi.



Semakin larut malam, kami pun berinisiatif untuk pergi ke pasar malam yang lokasinya lumayan jauh juga dari penginapan.

Disana terlihat sangat ramai dengan berbagai macam hiburan-hiburannya seperti --maaf kalau namanya asal-asalan :D-- kincir angin, tari sufi yang berputar kencang, tembak-tembakan, nonton 3D dan tentunya aneka macam barang perbelanjaan.

Puas disana, kami pun pulang ke penginapan.

Malam sudah terlalu larut, tak jauh dari lokasi penginapan, beberapa orang berpisah karena masih ada yang mereka ingin lakukan seperti menonton pertandingan sepak bola Copa Amerika yang sayang untuk dilewatkan, tapi lebih banyak lagi yang memilih untuk langsung pulang walau tidak langsung merebahkan badan di atas ranjang.

------------------------------------------------------------------------- - - -

Esok paginya, yang putra masih bersantai di penginapan menikmati cerahnya pagi hari sedangkan yang putri bersuka ria di pantai.

Hingga siang hari semuanya bebas melakukan agendanya masing-masing.

Siang menjelang sore, peserta putra berangkat ke lapangan untuk bermain bola kaki bersama orang mesir daerah sana hingga maghrib tiba.






Malamnya, kami dihimbau oleh ketua untuk membeli hadiah karena nanti di akhir rihlah ada agenda tabadul hadaya.

------------------------------------------------------------------------- - - -

Hari ketiga, masih ada yang menikmati air pantai sebelum nantinya bersiap pulang.

Pukul 10.00, rumah penginapan sudah dibersihkan, barang-barang juga sudah dikeluarkan. Masa sewa rumahnya sudah habis.

Walau begitu, kami masih asik berbincang di terasnya sembari menunggu bis datang.

Kemudian bis yang ditunggu pun datang. Kami segera memasuki barang-barang dan mencari posisi duduk masing-masing dan tak lama kemudian bis pun melaju meninggalkan pantai Gamasha.

Tujuan kami selanjutnya adalah ke pantai Ras Elbar, masih di daerah Dimyat. Sebenarnya ini bukan termasuk agenda yang sudah dipersiapkan. Tapi karena waktunya masih memungkinkan kami pun kesana.

Di Ras Elbar kami melihat salah satu kenyataan dari ayat al-Qur'an dalam surat ar-Rahman 'Marajal bahraini yaltaqiyaani..' yaitu bertemunya antara sungai Nil dengan laut Mediterania.


Disana tidak terlalu lama, hanya sekitar satu jam. Cukup untuk mengambil beberapa foto sebagai dokumentasi diri.

Setelah semua itu, kami pun pulang ke Kairo.


Dalam perjalanan, satu lagi agenda rihlah tahun ini yaitu tabadul hadaya. Sedikit unik, hadiahnya setelah dikumpulkan ke ketua, peserta akan dipanggil satu-persatu ke depan kemudian mengambil nomor hadiah yang setiap nomor itu memiliki passwordnya masing-masing dan memiliki pertanyaan atau tugas yang berbeda sebelum akhirnya mendapatkan hadiah itu sesuai nomornya.

Hal ini berlangsung hingga sampai ke Kairo..

Dan rihlah tahun ini pun berakhir. Rihlah Sa'iidah.. dan sampai berjumpa dengan rihlah keluarga KEMASS tahun berikutnya. :)



SHARE THIS

Author:

KEMASS merupakan sebuah organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan yang berada di Mesir. Didirikan pada tahun 1959 dengan nama IPSS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976.

0 comments: