Wednesday, September 14, 2016

Moment Iedul Adha, Warga KEMASS Mesir Gelar Silaturrahim Akbar



Selain hari raya Idul Fitri, moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam adalah Hari Raya Idul Adha, atau juga disebut Idul Qurban. Idul Adha menjadi salah satu hari raya besar umat Islam, karena pada hari itu umat Islam yang memiliki kemampuan dari sisi ekonomi dianjurkan untuk berqurban berupa hewan ternak seperti kambing, sapi dan kerbau.

Di Indonesia, hari raya Idul Adha menjadi hari raya besar kedua setelah Idul Fitri, dimana para perantauan berbondong-bondong mudik ke kampung halaman mereka masing-masing untuk berkumpul dengan sanak saudara.

Berbeda dengan Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan di Mesir, atau disebut KEMASS Mesir. Dalam nuansa Idul Adha 1437 H, warga KEMASS berinisiatif menggelar silaturrahim akbar yang dikensep dalam acara “OPEN HOUSE IDUL ADHA KEMASS 1437 H”.

Selain sebagai moment pengobat rindu kepada keluarga di Indonesia, acara ini juga menjadi sarana warga KEMASS untuk saling mempererat ikatan ikhuwah islamiyah diantara mereka.

Tepatnya hari Selasa, 13 September 2016, acara berjalan dengan sukses.

Seperti acara-acara formal lainnya, diawali dengan sambutan-sambutan. Sambutan ketua panitia oleh saudara Adi Ramadhan. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Gubernur KEMASS, kanda Alkholis Asmirin. Dalam prakatanya beliau menyampaikan, bahwa sinergitas yang telah dibangun selama ini sudah mulai terasa. Bahkan tidak hanya di dalam internal pengurus, lebih dari itu, warga KEMASS secara umumpun memiliki tingkat sinergitas dan solidaritas yang tinggi.

Sebelum masuk ke ceremonial, terdapat beberapa rangkaian acara yang tidak kalah menarik, yaitu pembagian piagam penghargaan akademik (Takrim Najihin) oleh wakil Gubernur KEMASS, kanda Apri Hariadi, kemudian dilanjutkan penyerahan sertifikat peserta “Diklat Administrasi”.

Masuk ke acara inti. Tausiyah agama yang disampaikan oleh kanda H. Oom Hasby, Lc. Dalam ceramahnya beliau mengajak warga untuk flasback mengenang sejarah nabi Ibrahim dan nabi Ismail. Kemudian dari sejarah tersebut beliau menarik 3 point dasar utama yang mesti diingat dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan. Optimisme, Doa, dan Tawakkal. 3 point inilah yang tertanam dalam diri nabi Ibrahim ketika mendapat perintah menyembelih anaknya nabi Ismail.

Di akhir acara, terdapat hiburan-hiburan untuk mencairkan suasana kemudian berlanjut santap malam bersama dengan menu sate sapi dan sop.



---------------------------------Ucapan Terima Kasih----------------------------------

Ucapan terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada segenap panitia yang terlibat dalam mensukseskan acara ini. Terkhusus kepada senior-senior kita bang Iqbal sebagai koki utama kita, kepada kanda Aidil Fitri Albar, kepada bang Heru Purnama Hasido, yang dari sejak H-3 telah berkecimpung membantu masak-masak, memotong daging, nusuk sate dll tanpa kenal lelah.

Juga kepada tim konsumsi lainnya. Terima kasih kita ucapkan kepada kanda Adi Ramadhan, kanda Afif Mustofa, kanda Alkholis, kanda Apri Hariadi, kanda Abdul Majid, kanda Siswoyo, kanda Syamsul, kanda Dadang, kanda Iqbal, kanda Wajdi Maskur dan kawan2 tim konsumsi lainnya yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Juga tak lupa terima kasih kepada bidang keputrian kita yang sangat luar biasa. Yunda Revita, yunda Dewi, yunda Afifah, yunda Rara. Kepada tim pembantu keputrian, yunda Najati, yunda Fafa, yunda Miftah dan lain-lain.

Terima kasih telah menyumbang tenaganya demi kelancaran acara ini. Allah lah sebaik-baik pembalas kebaikan.

















NB : Untuk dokumentasi versi lengkapnya bisa dilihat di album foto fb Kemass Mesir.






Kairo, 14 September 2016

Reporter : Tim Media
Dokumentasi : Abdul Majid, Rizky Aslam









SHARE THIS

Author:

KEMASS merupakan sebuah organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan yang berada di Mesir. Didirikan pada tahun 1959 dengan nama IPSS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976.

0 comments: