Wednesday, October 11, 2017

'Menelisik Akar Fundamentalisme Islam di Mesir Kontemporer'



LAPORAN BEDAH BUKU JUZUR AL-USHULIYYAH AL-ISLAMIYAH FI MISHR AL-MU’AASIRAH

Rasyid Ridha wa Majallatu al-Manar (1898-1935)
Rumah Limas Mesir, 27 Agustus 2017.

Alhamdulillah telah berjalan lancar dan sukses, acara bedah buku Juzur al-Ushuliyyah al-Islamiyah Fi Mishr al-Mu’aasirah; Rasyid Ridha wa Majallatu al-Manar (1898-1935) dengan tema ‘Menelisik Akar Fundamentalisme Islam di Mesir Kontemporer; Studi terhadap Pemikiran Rasyid Ridha dan Jurnal al-Manar, kerja sama antara DP Keilmuan KEMASS, al-Mizan Study Club dan Sa’id Aqil Siraj Center (SASC).

Bedah buku ini dihadiri oleh para anggota ketiga belah pihak, yang dalam hal ini ketua KEMASS, Mahdi al-Muntazor, koordinator al-Mizan, Nikmah Zaidah dan koordinator SASC, Ahmad Faishol Afif Sahal memberi kata sambutan dan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya bedah buku ini. Dalam bedah buku ini, melibatkan perwakilan dari ketiga belah pihak, selaku pembedah, saudari Hamidatul Hasanah (aktivis al-Mizan), selaku pembanding, saudara Ahmad Faishol Afif Sahal (aktivis SASC) dan selaku moderator saudara Ahmad Al Abror (koordinator DP Keilmuan KEMASS).


Acara dimulai sekitar pukul 14:00 Clt. Jalannya bedah buku dipandu oleh moderator setelah sebelumnya dipandu pembawa acara, saudari Reni dan Mamluatul Hikmah. Setelah moderator membacakan biodata dari pembedah dan pembanding, dilanjutkan dengan pemaparan sekilas tentang latar belakang, realita kekinian dan persoalan yang masih menjadi problematika dan tanda tanya guna melecut antusias dan semangat paserta bedah buku dalam berdiskusi ataupun menyampaikan masukan dan kritik.
Sesaat sebelum pembedah mempresentasikan hasil pembacaannya terhadap buku yang dibedah, para peserta bedah buku disuguhkan beberapa video ringkas tentang biografi Rasyid Ridha dan sekilas tentang fundamentalisme, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme yang merupakan fakta aktual terjadi dewasa ini di penjuru dunia. Setelah itu, pembedah langsung mempersentasikan hasil pembacaannya.
Setelah pembedah, dilanjutkan dengan presentasi pembanding. Sebagaimana pembedah, sebelum presentasi pembanding, disuguhkan juga beberapa video pembukaan dan latar balakang. Pembedah dan pembanding masing-masing diberi durasi 40 menit dalam menyampaikan presentasinya.
Selepas pembanding, guna memperluas perspektif dalam diskusi, moderator membuka sesi baru, yaitu sesi penyampaian saran, masukan, kritik maupun tanya jawab. Sesi ini terdiri dari tiga segmen, pada tiap segmen, peserta bedah buku dari ketiga belah pihak secara bergilir memberikan perspektifnya yang pada tiap segmen langsung ditanggapi oleh pembedah dan pembanding. Ini merupakan sesi paling lama.
Ketika sesi ini usai, moderator menyerahkan kembali jalannya acara kepada pembawa acara. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada pembedah, pembanding dan moderator serta koordinator al-Mizan Study Club dan Sa’id Aqil Siraj Center (SASC). Acara diakhiri dengan doa dan penutup lalu sesi foto bersama. Acara usai sekitar pukul 21:00 Clt.
Dengan usainya bedah buku ini, kami ucapakan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara bedah buku ini dan juga kepada al-Mizan Study Club dan Sa’id Aqil Siraj Center (SASC) yang telah bekerja sama dengan DP Keilmuan KEMASS. Diharapkan kiranya acara bedah buku ini dapat memantik motivasi dan semangat kita semua untuk terus mengkaji, berdiskusi dan menuntut ilmu, khususnya bagi warga KEMASS Mesir selaku tuan rumah acara ini. Sebuah proses dan kemajuan merupakan harapan kita semua kedepan. 

_____________
Galeri Kegiatan:









SHARE THIS

Author:

KEMASS merupakan sebuah organisasi Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan yang berada di Mesir. Didirikan pada tahun 1959 dengan nama IPSS dan berubah menjadi KEMASS pada tanggal 25 januari 1976.

0 comments: